Showing posts with label Informasi Menarik. Show all posts
Showing posts with label Informasi Menarik. Show all posts

Saturday, April 30, 2011

Jauhi Tujuh Pembunuh Cinta Ini


Ingin hubungan asmara Anda dan pasangan kembali menyenangkan?

Wanita sedih (doc. Corbis)
Merasa akhir-akhir ini hubungan Anda sering diwarnai dengan
pertengkaran? Hubungan yang dijalankan selama bertahun-tahun mulai
terasa hambar?
Segera hapus tujuh pembunuh rasa cinta yang biasanya menggerogoti cinta antara wanita dan pria. Ini daftarnya seperti dikutip dari laman Shine.

1. Tidak lagi berhubungan seks
Seks sangat penting dalam sebuah hubungan rumah tangga. Beberapa menit
Anda habiskan untuk saling bermanja, berciuman, atau berpelukan akan
menguatkan jalinan cinta Anda. Hal ini seperti lapisan gula pada kue
bolu, lapisan yang membuat kebersamaan Anda terasa sangat manis.

2. Rasa bosan
Rasa bosan biasanya pakaian terbaik untuk para wanita. Anda mulai
pasrah terhadap pasangan Anda dan melupakan semua hal menarik di
dirinya. Tidak seperti hari-hari awal Anda menjalankan kehidupan rumah
tangga. Berjuanglah untuk membawa kegembiraan kembali ke dalam
hubungan. Anda pun akan segera mengingat mengapa Anda jatuh cinta pada
pasangan Anda.

3. Pecinta masa lalu
Beberapa wanita tidak pernah puas pada pacar masa lalu mereka. Mereka
terus-menerus membandingkan mantan pacar mereka dengan pasangan mereka saat ini. Jangan hidup di dunia penuh fantasi. Jika pria yang Anda kencani dulu lebih baik dari suami Anda sekarang, Anda pasti masih bersama dengannya. Bahagiakan suami Anda dan mantan pacar Anda menjadi bagian dari sejarah.

4. Mertua yang terlalu ikut campur
Kebanyakan pria (dan wanita) tidak mampu menghadapi mertua seperti yang mereka lakukan kepada istri mereka. Bekerjasamalah dengan suami Anda untuk mengatasi sifat ikut campur mertua Anda sehingga dia dapat keluar dari kehidupan rumah tangga Anda.

5. Anak-anak nakal
Kelakuan anak-anak terkadang sering membuat pusing orangtua. Orangtua akan sangat fokus mengatasi kenakalan anak-anak mereka. Hal inilah yang membuat Anda lupa untuk juga memperhatikan suami Anda. Stres yang menimpa Anda ini yang akan meretakkan hubungan Anda dan suami. Namun sesungguhnya, dalam menghadapi anak, Anda harus bekerja sama dengan suami. Hal inilah yang dapat membuat hubungan Anda semakin erat. Jika tetap tidak berhasil, mintalah saran pada orang-orang yang Anda percaya.

6. Masalah keuangan
Uang memengaruhi pola pikir seseorang dengan cara yang unik. Sayangnya, kekurangan uang dapat memberikan dampak negatif pada cara berpikir seseorang. Hanya orang-orang yang mampu bekerja sama mengatasi masa-masa sulit tersebutlah yang dapat bertahan. Orang-orang tersebut pun akan dapat mengatasi masalah-masalah lain yang menghadang.

7. Harapan yang tidak realistis
Dongeng seperti Snow White telah merusak kehidupan cinta banyak wanita. Mereka terus menunggu pangeran tampan untuk muncul dan membahagiakan mereka. Sayangnya, pria ini tidak pernah benar-benar ada. Jadilah bijak dan pilih seorang pria dengan lima kualitas yang dapat membahagiakan Anda dan bekerja sama dengan Anda dalam menjalani masalah-masalah kehidupan. Harapan Anda pun akan lebih realistis, dan Anda akan jauh lebih bahagia.

Arti Tangisan Pria


Dari tangisan, Anda bisa melihat kepribadian si dia atau hal yang sedang dialaminya.

Pria Duduk Sendiri (doc. Corbis)
Menangis adalah hal wajar sebagai pelampiasan emosi. Dari tangisan, Anda juga bisa melihat kepribadian seseorang atau hal lain yang sedang dialaminya.

Dibandingkan wanita, pria memang cenderung jarang menangis. Jika memang Anda menemukan pasangan atau teman pria sedang menangis, cobalah untuk memperhatikannya, dan ketahui empat arti tangisan pria berikut, seperti dilansir dari Shine.

1. Saat menutupi tangisan
Pandangan budaya mengungkapkan kalau pria tidak boleh menangis. Hal ini membuat banyak pria menutupi emosinya, bahkan ketika sedang merasa bahagia.
"Ekspresi perasaan yang ingin ditunjukkan pria dan dianggap lebih diterima justru kemarahan dan gairah seksual," kata William July, PhD, penulis buku Tin Man.

Meskipun seorang pria berusaha menutupi saat ia menangis, sebenarnya ia membutuhkan membutuhkan dukungan. Jika menurut Anda ia lebih diam dari biasanya dan melihatnya menangis diam-diam, cobalah tanyakan keadaannya. Pria memang tak suka bercerita, tetapi ia tetap membutuhkan kelembutan dan dukungan untuk menenangkan emosinya. 

2. Dia selalu berusaha tegar
Meskipun pria sedang sangat sedih, tetapi banyak yang menahan diri untuk tidak menangis. Pria cenderung merasa sebagai pelindung dan tak ingin terlihat lemah dengan menangis di depan pasangannya.

"Karena ia ingin terlihat tangguh dan jantan, perhatian utamanya adalah melindungi dan memastikan pasangannya merasa aman," kata Scott Kudia, PhD, penulis "If This Is Love, Why Am I Unhappy?"

Karena pria sangat tidak nyaman dengan menunjukkan emosi, berarti dia akan berusaha untuk mengatasi masalah dengan keadaan tenang dan tegar, serta menahan tangis. Tetapi hal ini membuat dirinya bermasalah dalam mengekspresikan emosi, baik verbal maupun fisik. Akibatnya pria cenderung diam dalam waktu lama dan sulit diajak berkomunikasi.

3. Frustasi
Ketika sesuatu yang direncanakan dengan matang tidak berjalan dengan baik, pria bisa saja menangis. Frustasi, kecewa, marah, sedih bercampur jadi satu.

"Jangan salahkan air mata pria, karena perasaannya yang sensitif," kata George Weinberg, PhD, penulis buku Why Men Won't Commit.

Berikan pelukan hangat dan biarkan ia mengekspresikan emosinya dengan menangis. Temani hingga ia benar-benar merasa tenang.

4. Tak sungkan menangis
Tak masalah jika seorang pria bisa menangis dalam segala situasi emosional atau mungkin saat menonton film. Justru itu merupakan gambaran kalau dirinya adalah priabadi yang seimbang.

"Itu menunjukkan ia adalah orang yang seimbang, antara sisi maskulinitas dan emosional. Kemungkinan ia bisa jadi komunikator yang baik," kata Kudia.

Pria tipe ini juga tidak bermasalah dalam menunjukkan perasaan dan emosinya. Bisa jadi ia tipe pria yang romantis dan sangat mudah diajak berbicara.

Kesalahan Wanita Saat Pasangan Berselingkuh


Ketika merasa tersakiti, justru banyak wanita melakukan tindakan yang memperkeruh keadaan.

Pasangan Memata-matai (doc. Corbis)
 
Pengkhianatan cinta bisa terjadi pada siapapun. Tetapi, ketika merasa tersakiti, justru banyak wanita melakukan tindakan yang memperkeruh keadaan.

Bukannya memperbaiki hubungan atau setidaknya mengakhiri dengan baik-baik, beberapa hal yang dilakukan justru menimbulkan kekecewaan lebih dalam. Seperti dilansir dari Shine, ada tiga kesalahan yang kerap kali dilakukan wanita sebagai reaksi terhadap perselingkuhan yang dilakukan pasangannya.

1. Melakukan investigasi
Ketika seorang wanita mencurigai pasangannya melakukan perselingkuhan, kesalahan pertama yang dilakukannya adalah melakukan misi pencarian data. Memata-matai, bertanya pada banyak orang serta menginvestigasi pasangan. Wanita menghabiskan waktunya untuk sesuatu yang tidak penting dengan mencari bukti yang sesungguhnya jelas, yaitu sudah berakhirnya hubungan percintaan.

Anda tidak perlu mencari bukti  pada hubungan yang sudah gagal. Tidak perlu tahu apakah pasangan benar-benar melakukan perselingkuhan atau perasaan paranoid saja. Bukti sebenarnya tidak diperlukan untuk mengetahui ada sesuatu yang berubah dalam hubungan. Mencari bukti tidak akan membuat pikiran tenang, justru Anda akan merasa resah dan depresi.

2. Menyalahkan orang lain
Mungkin wanita yang saat ini berhubungan dengan pasangan, terlihat jahat di mata Anda. Tetapi itu bukanlah inti sebenarnya. Hal yang perlu Anda ketahui adalah ternyata pasangan bukanlah orang yang bisa memegang komitmen. Ia tak bisa jujur dan melakukan perselingkuhan.

Orang yang berselingkuh akan tetap menjadi peselingkuh. Pasangan berselingkuh bukan hanya karena ia digoda wanita lain atau wanita tersebut "menawarkan" yang tidak Anda miliki.
Tetapi yang menjadi dasarnya adalah karena ia memang ingin melakukannya. Lupakan kemarahan Anda pada wanita lain. Fokuslah pada kenyaaan bahwa Anda berhubungan dengan orang yang salah. Jika tidak dengan wanita yang sekarang bersamanya, pasangan bisa jadi akan menemukan wanita lain untuk berselingkuh.

3. Mencoba berubah demi pasangan
Jika pasangan berselingkuh, yang paling terakhir diinginkan biasanya adalah membuatnya ia tetap bersama Anda. Perselingkuhan tidak akan pernah berhenti apapun janji yang telah dibuatnya. Ketika pertama kali memergoki pasangan berselingkuh, itu tanda bagi Anda untuk bangkit.

Tidak perlu memintanya untuk tak lagi melakukan perselingkuhan. Perselingkuhan bukanlah cerminan dari kondisi Anda, tetapi indikasi bahwa ia tidak mampu bertanggung jawab dalam mempertahankan hubungan.
Ia tidak cukup dewasa dalam mengatasi masalah dan masalahnya bukan pada diri Anda. Karena bukan Anda faktor pendorong perselingkuhannya, Anda pun tidak dapat menghentikannya. Tidak ada yang dapat Anda ubah dari pria yang berselingkuh untuk menjadi setia.

Berhenti berpikir bahwa jika Anda lebih kurus, lebih cantik, atau lebih menarik ia akan lebih setia. Saat pasangan berselingkuh, tandanya ia sama sekali tidak memikirkan Anda

33 Tahun Usia Tersibuk dalam Hidup?


66 persen orang mengklaim mereka menghabiskan lebih dari 38 jam seminggu di kantor.

Wanita Bekerja (www.imagine.com)
Apakah kini usia Anda telah mencapai 33 tahun? Berdasarkan sebuah survei, usia 33 tahun adalah usia tersibuk dalam kehidupan manusia dan hampir tidak ada waktu untuk menyeimbangkan kesibukan kerja, keluarga dan kegiatan sosial.

Bahkan seperti dikutip dari laman The Daily Mail, sepertiga dari masyarakat Inggris dengan usia 33 tahun, rata-rata hanya tidur selama lima jam setiap malam.

Sebanyak 66 persen orang mengklaim mereka menghabiskan lebih dari 38 jam seminggu di kantor dan 60 persen dipaksa untuk menyelesaikan pekerjaan pembukuan dan melakukan aktivitas sosial.

Menurut penelitian yang dilakukan Hotmail, bahkan 56 persen juga ditemukan secara teratur membawa pulang tugas kerja ke rumah, 90 persen wanita usia 33 tahun dalam survei juga menyatakan merasa lebih sibuk daripada pria dengan usia yang sama.

Walaupun selalu terlihat sibuk, sebenarnya ada manfaat di balik semua ini. Mereka yang lebih sering disibukkan oleh berbagai hal pekerjaan, ternyata akan lebih mudah menyelesaikan masalah dan lebih mudah menghadapi tekanan. Di usia 33 tahun bahkan hanya bisa menikmati waktu sendiri rata-rata 1 jam 23 menit setiap hari.

"Saat sibuk, seharusnya kita juga harus pandai mengatur waktu untuk diri kita sendiri. Pastikan diri Anda tetap bisa menikmati hidup dan mendapatkan keseimbangan. Terlalu banyak pekerjaan dan bermain tidak harus menjadi pilihan," kata presenter TV dan aktris Lisa Rogers. (adi)